Kisah Nabi Adam Penciptaan Manusia Pertama di Muka Bumi

Kisahnabi.id – Kisah Nabi Adam As dimulai dari penciptaan manusia yang pertama kali oleh Allah SWT. Nabi Adam diciptakan untuk menjadi khalifah dipermukaan bumi. Dari sejarah dan kisah nabi Adam As banyak sekali hikmah dan juga pelajaran yang dapat kita ambil untuk menjalani kehidupan kita sehari hari agar jauh lebih baik.

Kisah Nabi Adam Penciptaan Manusia Pertama di Muka Bumi
Kisah Nabi Adam Penciptaan Manusia Pertama di Muka Bumi

Kisah Nabi Adam : Penciptaan Nabi Adam dan Hikmahnya

Allah SWT memberikan kabar kepada malaikat yang tertuang pada Al-quran surat Al-baqarah: 30, yang berbunyi :

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ

Terjemahan : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”

Allah SWT memberitahukan kepada para malaikat mengenai keinginan-NYA untuk menciptakan manusia pertama yakni Adam beserta keturunannya yang saling berperan bergantian satu dengan yang lainnya di bumi. Hal ini juga tertuang disurah lainnya yakni pada Al-An’am: 165, yang berbunyi :

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ

Terjemahan : Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu

Allah menyampaikan perihal penciptaan Adam kepada malaikat sebagian pujian mengenai penciptaan adam dan juga keturunannya, seperti halnya Allah memberikan kabar mengenai hal yang besar sebelum terjadinya penciptaan Adam.

Para Malaikat mencari tahu mengenai hal ini dengan bertanya untuk mengungkap apa sebenarnya hikmah dibalik penciptaan Adam serta keturunannya. hal ini tentunya Malaikat tidak untuk menghina, dengki ataupun membantah apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Malaikat berkata : “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana

Kerusakan dan pertumpahan darah sudah terjadi di bumi yang pernah Malaikat liat sebelum proses penciptaan Adam. Kerusakan dan pertumpahan darah dilakukan oleh golongan jin dan hann (sekelompok jin).

Menurut Abdullah bin Umar “Jin telah ada 2000 tahun sebelum Adam diciptakan, mereka saling menumpahkan darah, Lalu Allah mengirim sepasukan malaikat untuk menghalai jin ke semenanjung lautan

Para Malaikat berkata seperti diatas karena mereka tahu makhluk yang diciptakan oleh Allah yang memiliki sifat bumi biasanya berwatak kerusakan dan pertumpahan darah.

Kemudian Malaikat kembali berkata :

Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”

Maksud dari perkataan diatas adalah Malaikat senantiasa beribadah kepada Allah dan tidak ada satupun yang ingkar dan durhaka kepada Allah. Jika maksudnya manusia diciptakan untuk beribadah , para malaikatpu7n tidak pernah lelah untuk beribadah dan selalu berdzikir menyebut nama Allah.

Allah SWT berfirman (Al-Baqarah: 30)  :

قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Terjemahnya : Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Allah sangat mengetahui dibalik penciptaan manusia (Adam) yang tidak diketahui oleh malaikat ( diantaranya adalah muncul nabi, rosul, shiddiqin dan juga syuhada).

Sisi Kemuliaan Nabi Adam

Kemudian Allah menjelaskan kepada para Malaikat mengenai sisi kemulian Adam terkait ilmu pengetahuan yang melebihi dari para malaikat.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah: 31 :

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا

Terjemahnya : ” Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya

Nama benda-benda tersebut menurut beberapa ulama ditafsirkan sebagai berikut :

  • Ibnu Abbas

Nama benda-benda tersebut menurut Ibnu Abbas adalah nama benda yang diketahui oleh manusia yang mencangkup manusia, tanaman, hewan, lautan, gunung, tanah, bumi dan nama benda lainnya.

  • Ar-Rabi’

Menurut Ar-Rabi’ ayar tersebut maksudnya adalah Allah mengajarkan kepada Adam seluruh nama-nama malaikat.

  • Abdurrahman bin Zaid

Menafsirkan ayat tersebut sebagai Allah mengajarkan kepada adam mengenai nama nama keturunannya.

Keistimewaan Nabi Adam

Dalam sejarah dan kisah Nabi Adam As, Allah SWT memberikan beberapa kemuliaan di dalam penciptaannya, yaitu :

  1. Adam langsung diciptakan dari tangan Allah sendiri.
  2. Allah meniupkan sebagian ruh ciptaannya kepada Adam
  3. Allah menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Adam
  4. Allah mengajarkan / memberitahukan nama nama seluruh benda kepada Adam.

Kemuliaan diatas tercantum pada surat Al-Baqarah Ayat 34, yang berbunyi :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Terjemahannya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Kemudian pada surat Al-Hijr: 29, Allah berfirman :

فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِي

Terjemahannya : Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Kesombongan dan Keangkuhan Iblis

Apa yang dikehendaki Allah pastilah terjadi seperti halnya dalam penciptaan Adam dari saripati tanah. Tanah dibentuk dengan sedemikian rupa dengan bentuk yang sempurna kemudian Allah meniupkan ruh kedalamnya sehingga jadilah makhluk hidup dan memberikannya segala ilmu yang membuat Adam lebih unggul dari pada makhluk Allah lainnya (Malaikat)

Allah memerintahkan makhluk-NYA untuk sujut (Malaikat dan Iblis). Semua malaikat menghormati Adam dan sujut kepadanya. Namun Iblis menolak untuk sujud dan lebih memilih durhaka kepada Allah.

Sebenarnya siapakah Iblis?

Mengenai siapa itu iblis, Allah langsung menjelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi : 50, yang berbunyi :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

Terjemahnya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis”. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.

Jadi Iblis merupakan mahkluk Allah dari kalangan Jin. Menurut ulama Iblis diciptakan dari api dengan moyang Jin adalah Jaan.

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa Iblis tidak mau bersujud kepada Adam?

Hal ini disebabkan karena Iblis memiliki sifat dengki dan takabur. Hal ini diperkuat oleh firman Allah yang bertanya kepada Iblis dalam Qur’an surat Al-A’raf 12, yang berbunyi:

الَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ

Terjemahnya : “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis Menjawab “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dia dari tanah”.

Mulai dari sinilah Iblis memiliki Akhlak yang buruk yang tertuang menjadi pembangkangan terhadap sang pencipta Allah. Kesombongan tersebut membuatnya tidak mau mengakui kelebihan yang dimiliki oleh mahkluk Allah lainnya yakni Adam.

Allah pun murka kepadanya, kemudian mengusir dan melaknat. Hal ini dijelaska pada Qur’an surat Al-A’raf 13, yang berbunyi :

قَالَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ

Terjemahan : Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina

Setelah pengusiran tersebut Iblis tidak berusaha memperbaiki diri dan bertobat namun malah ingin membalas dendam terhadap Adam dan juga keturunannya.

Iblis berkata kepada Allah : “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan

Maksud dari kata tangguhlah adalah berikanlah saya (Iblis) kehidupan sampai hari kiamat, artinya Iblis minta supaya tidak dicabut nyawanya atau dimatikan oleh Allah kecuali datannya hari kiamat. Lalu permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah.

Alasan Iblis ingin hidup hingga hari kiamat adalah agar bisa menyesatkan Anak cucu adam dari zaman ke zaman, sehingga dipastikan setiap keturunan Adam akan mendapatkan godaan penyesatan oleh Iblis yang dibantu oleh tentaranya yakni para setan dari golongan manusia dan juga jin.

Iblis bersumpah kepada Allah, bahwa ia akan membuat manusia jatuh kedalam lubang maksiat. Iblis akan menggoda dari berbagai arah seperti arah depan, belakang, kiri, kanan dan bawah. hal ini dilakukan oleh Iblis agar keturunan Adam tidak ada rasa Syukur kepada Allah, syirik, tidak mau sholat dan melanggar semua ketetapan yang Allah perintahkan.

Namun Iblis tidak akan mampu menggoda hamba Allah yang Ikhlas, hamba yang yakin dan tawakal kepada Allah.

Penciptaan Hawa (Dari Tulang Rusuk Nabi Adam)

Kisah Nabi Adam dalam proses penciptaan Hawa banyak riwayat yang bisa diambil seperti yang berasal dari Abu Shahih dan Abu Malik dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud, dari sejumlah sahabat. Mereka berkata “Iblis dikeluarkan dari surga dan Nabi Adam ditempatkan disurga.

Disurga Adam berjalan sendirian tanpa ditemani oleh seorang istri, kemudian ia terlelap tidur, setelah ia membuka mata (bangun). Ternyata ada wanita yang sedang duduk didekat kepala Adam. Wanita tersebut diciptakan oleh Allah berasal dari tulang rusuk Adam.

Kemudian Adam bertanya : Kamu siapa? Hawa menjawab Aku seorang wanita. Adam kembali bertanya, Kenapa kamu diciptakan?. hawa menjawab, Agar kamu merasa senang padaku.

Setelah itu para malaikatpun bertanya kepada adam, karena mereka tahu bahwa Adam adalah makhluk Allah yang memiliki ilmu yang luas. “Siapa namanya, wahai Adam?. “Namanya Hawa”, Adam menjawab. “mengapa disebut hawa?”, kembali malaikat bertanya. Jawab Adam “karena ia diciptakan dari benda hidup”.

Menurut Muhammad bin Ishaq dari Ibnu Abbas, penciptaan Hawa diambil dari tulang rusuk Adam yang berasal di sebelah kiri (Tulang rusuk yang paling pendek), Lalu tulang itu diganti dengan daging oleh Allah.

Pohon dan Buah Terlarang

Umat Islam mungkin tidak asing lagi dengan yang namanya buah khuldi. Dalam Sejarah dan kisah Nabi Adam As buah ini telah tertulis dalam Al-Qur’an, dan merupakan penyebab mengapa Nabi Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah ke Bumi.

Dari beberapa pendapat para ulama mengatakan bahwa buah khuldi sebenarnya juga terdapat di Bumi. Ada beberapa menyakini bahwa buat tersebut merupakan anggur, apel, dan lainnya.

Pendapat tersebut tidak bisa diyakini kebenarannya karena memang Allah dalam Al-Quran tidak pernah menyebutkan ciri ciri dari buah tersebut berkaitan dengan wujud dan rasa buah khuldi.

Buah khuldi memiliki beberapa fakta yang wajib umat islam ketahui, yaitu :

1. Merupakan buah terlarang

Kita menyetahui bawah di surga tersedia apapun, seperti halnya buah-buahan yang dengan mudah didapatkan oleh penghuninya. Tentunya semua itu bisa dinikmati tanpa ada rasa kenyang dan rasa ingin buang hajat.

Namun dalam kasus Adam dan hama, Allah memberikan pengecualian. Adam dan Hawa dilarang untuk mendekati sebuah pohon apalagi untuk memakannya. Keberadaan Iblis rupanya mampu menghasut Adam dan Hama untuk mendekati dan memakan pohon tersebut.

2. Nama Khuldi adalah pemberian iblis

Perlu dikathui bahwa Allah sebenarnya tidak pernah menyebutkan nama pohon terlarang tersebut. Jadi Nama khuldi diberikan oleh iblis yang berniat menyesatkan Adam dan Hawa.  hal ini tertuang dalam Quran Surat Thaha : 120 yang berbunyi :

يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ

Terjemahnya : “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Manusia diciptakan oleh Allah lengkap dengan nafsu akhirnya Adam dan Hawa tergoda rayuan iblis. Hal ini juga disebabkan Iblis  mengatakan jika Adam dan Hawa dilarang untuk mendekati pohon itu agar mereka (adam dan Hama) tidak hidup kekal. Akhirnya godaan dari iblis menggoyahkan keimanan Adam dan Hawa kepada Allah SWT.

3. Buah yang membuat Nabi Adam ingin buang hajat

Setelah mendekatai tanaman terlarang ini kemudian nabi Adam memakan buah khuldi, yang terjadi adalah Nabi Adam merasakan sakit perut seperti manusia pada umumnya yang ingin membuang hajat. Kita ketahui bahwa penghuni syurga seharusnya tidak melakukan hal tersebut.

Surga adalah tempat suci sehingga tidak pantas membuang kotoran. Hal inilah yang membuat Nabi Adam pun bingung dengan keadaannya.

4. Sifat buah khuldi

Ketika Nabi Adam mendekati dan memakan buah khuldi, maka ia bukan manusia suci lagi sebagaimana penghuni surga yang lainnya.

Menurut beberapa ahli tafsir dan ulama buah tersebut berasal dari Bumi. Hal ini dilihat dari sifat utama nya yakni dapat membuat manusia lupa diri.

Turunnya Nabi Adam dan Hawa Dari Surga

Setelah mengaku bersalah kepada Allah maka Nabi Adam mengucapkan pengakuan Tobat, rasa bersalah, tunduk dan memohon ampunan kepada Allah. Hal ini tertuang dalam Quran Surat Al-A;raf: 23 yang berbunyi :

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Terjemahnya : Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?

Siapapun diantara keturunan Nabi Adam yang mengikuti kesalahan atau menempun jalan yang sama pastinya akan mendapatkan Dosa dan berakibat tidak baikdi dunia dan juga di akhirat.

Kemudian Allah berfirman dalam Quran Surat Al-A;raf: 24 yang berbunyi :

قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Terjemahnya : Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

Firman Allah diatas disampaikan kepada Adam, Hama dan juga Iblis. Menurut beberapa Ulama pesan tersebut juga disampaikan terhadap Ular yang membujuk Nabi Adam dan Hama untuk mendekati dan memakan buah terlarang.

Semuanya diperintahkan oleh Allah untuk turun dari surga dengan keadaan saling memusuhi satu dengan yang lainnya. Adanya ular dalam Kisah Nabi Adam juga diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW yang berfirman : “Kita tidak berdamai dengan mereka sejak kita memerangi mereka“. Artinya Rosulullah memerintahkan untuk membunuh ular.

Nabi Adam menurut riwayat dari Ibnu Umar mrnystshksn “Adam ditunkan di Shafwa dan Hawa di Marwa” (HR Ibnu Abi Hatim”

Sedangkan riwayat dari hasan menyatahkan, Adam diturunkan di India, Hawa di jeddah, Iblis di Dustuyan dan Ular di Asbahan.

Pertemuan Adam dan Hawa

Selama melakukan sebuah kesalahan yakni mendekati dan memakan buah terlarang (Bua khuldi) maka Nabi Adam dan Hawa ditunkan ke dunia.

Setelah memohon ampun dan bertaubat keduannya akhirnya dipertemukan oleh Allah SWT dipuncak Bukit Jabal Rahma yang berada di timur Padang Arafah di kota Makkah. Setelah dipertemukan oleh Allah, Nabi Adam dan Hawa melanjutkan hidup dan melahirkan ketutunannya hingga sampai saat ini.

Jabal Rahmah adalah memiliki arti sebagai  bukit batu. yang memiliki tinggi sekitar 70 meter. Saat ini di Puncak Jabal Rahmah, telah dibangun sebuah monumen yang berasal dari beton berbentuk persegi empat dengan lebar sekitar 1,8 meter dan tinggi 8 meter.

Perlu diketahui bahwa Jabal Rahmah merupakan tempat dimana Nabi Muhammad SAW menerima waktu untuk yang terakhir kalinya, saat Beliau melakukan wukuf. Firman Allah SWT tersebut terdapat pada Al Quran surat Al Maidah: 3, yang berbunyi :

ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ

Terjemahnya : Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Kisah Dua Anak Adam (Qabil dan Habil)

Dibumi Nabi Adam dan Hama diberi oleh Alah SWT Amanah. Setiap Siti Hama mengandung Allah SWT memberikan anak kembar bagi mereka.

Dari anak yang dilahirkan yaitu Qabil yang memiliki saudara kembaran yang bernama Iqlimiyah yang mempunyai paras yang sangat cantik. Sementara Habil memiliki kembaran bernama Layudha yang memiliki paras yang biasa saja.

Kemudian Allah SWT memerintahkan atau memperbolehkan Nabi Adam untuk menikahkan mereka dengan silang yakni  Qbil dengan Layudra dan Habil dengan Iqlimiyah. Karena perintah akan pernikahan silang tersebut Qabil cemburu terhadap Habil yang mendapatkan Iqlimiya  karena memiliki paras yang cantik.

Untuk memberikan Solusi Allah SWT memerintahkan Qabil dan Habil untuk melakukan Qurban. Diantara mereka apabila Qurbannya diterima maka dialah yang berhak untuki menikahi Iqlimiyah. Perintah Allah SWT tersebut dijalani oleh Qabil dan Habil dengan menggunakan cara yang berbeda.

1. Qabil dan Habil Mempersembahkan Qurban

Qabil merupakan Anak Nabi Adam yang memiliki profesi sebagai petani, sehingga yang diQurbankan adalah hasil panennya.

Namun, Hasil panen yang digunakan Qabil untuk berqurban dipilih yang bukan hasil terbaik malah hasil yang terjelek. Dia merasa sombong dan sangat tidak peduli apakah kurbannya akan diterima atau tidak oleh Allah SWT.

Sedangkan Habil adalah seorang peternak. Ia mempersembakan kurban dengan seekor kambing yang gemuk.

Dari dua jenis kurban Qabil dan Habil yang dipersembahkan, akhirnya Allah menerima kurban Habil. Hal ini telah tertuang dalam Qur’an Surat Al-Maidah: 27, yang berbunyi :

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ

Terjemahannya : Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.

2. Peristiwa Pembunuhan Pertama di Dunia

Diterimanya kurban Habil oleh Allah SWT membuat saudara kandungnya Qabil gelap mata dan berniat untuk menghabisi saudaranya tersebut.

Pada suatu waktu, Habil tidak kunjung pulang dari mengembala kambingnya. Kemudian Nabi Adam mengutus saudaranya untuk menjemput atau melihat apa penyebabnya Habil belum pulang.

Setelah mencari Qabil bertemu dengan saudaranya Habil dan berkata ” kurbanmu diterima sedangkan kurbanku tidak

Kemudian Habil membalas perkataan Qabil “Sesungguhnya, Allah SWT hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa

Mendengar perkataan Habil, Qabil pun marah dan memukulkan benda tumpul ke Habil hingga ia meninggal dunia. Menurut pendapat lain benda yang digunakan adalah sebongkah batu yang dilempak ke kepala Habil saat sedang tertidur lelap hingga pecah. Sedangkan pendapat lain menyatahkan bahwa Habil dicekik hingga tewas. Wallahu a’lam.

Setelah Habil meninggal, Habil kebingungan, Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan kepada mayat saudaranya tersebut karena pembunuhan tersebut adalah hal pertama di muka bumi.

Dalam keadaan bingung tersebut kemudian Allah SWT memberikan petunjuk dengan mendatangkan dua burung gagak yang sedang bertarung, kemudian salah satu burung tersebut mati.

Burung yang hidup mengais tanah dengan menggunakan paruhnya untuk membuat lubang guna menguburkan gagak yang mati. Qabil kemudian mengambil pelajaran dari peristiwa burung gagak tersebut dan mengubur jenazah Habil.

Ketahuilah bahwa perbuatan Qabil adalah malapetaka yang sangat besar baginya. Dia menanggung seluruh dosa dari pembunuhannya yang dilakukan. Ia juga akan menanggung dosa orang-orang sesudahnya yang menirun melakukan pembunuhan dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh agamar.

Dalam kasus ini Rasulullah bersabda, yang berbunyi :

Terjemahnya : “Tidaklah dibunuh suatu jiwa dengan zalim melainkan dosa pembunuhan itu akan ditanggung pula oleh anak Adam yang pertama (Qabil) karena dialah yang pertama memberi contoh pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Lokasi Pembunuhan Habil

Beberapa Ulama memberikan sebuah keterangan yang kemungkinan mengutip dari Ahhli Kitab, Habil dibunuh oleh Qabil dilokasi pengunungan Qasiun yaitu sebuag gunung tinggi yang berada atau menghadap kota Damaskus (Terletak di utara Damasqus).

Dipegunungan tersebut terdapat gua yang bernama gua Dam. Gua inilah tempat dimana terbunuhnya Habil oleh Qabil. Informasi ini didapat dari ahli kitap. Wallahu A’lam.

4. Keturunan Qabil (Versi Ahli Kitab)

Menurut ahli kitab (Kitap Taurat), Allah SWT memberikan waktu dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Qabil.

Qabil berada atau tinggal di daerah dengan nama Nud, yang terletak di sebelah timur Aden yang biasa disebut sebagai Qanin.

Qabil selanjutnya memiliki keturunan yang diberi nama Khanukh. Sedangkan Khanukh memiliki keturunan yang diberi nama Andar. Andar memiliki keturunan yang diberi nama Mahawil. Mahawil memiliki keturunan dengan nama Matusyail. Matusyail memiliki keturunan dengan nama Lamik.

Kemudian Lamik menikah dengan dua orang perempuan yang bernama Ada dan Shida. Selanjutnya Ada melahirkan seorang anak yang diberi nama Abal.

Abal ini adalah manusia pertama yang tinggal di tenda kubah dan memiliki banyak harta. Ada juga melahirkan anak yang lainnya yang diberi nama Naubal.

Naubal ini adalah manusia pertama yang menabuh gendang dan simbal. sedangkan Shala melahirkan anak laki laki yang diberi nama Taubalqin, yaitu orang pertama yang membuat segala bentuk peralatan yang berbahan dari perunggu dan besi.

Kemudian Shida juga melahirkan anak perempuan yang memiliki nama Ni’ma.

5. Lahirnya Syaits bin Adam dan Keturunannya

Setelah sekian lama Hama kembali melahirkan seorang anak laki laki yang diberi nama Syaits dan berkata “Aku memberi nama itu karena Aku diberi pengganti Habil yang telah dibunuh Qabil

Para ahli kitab berpendapat bahwa pada saat Syaits lahir usia Nabi Adalam adalah 130 tahun. Nabi Adam hidup sampai 800 tahun.

Kemudian Syaith memiliki keturunan yang diberi nama Anusy. Pada saat Anusy lahir usia Syaith sekitar 165 tahun dan Ia hidup sampai usia 807 tahun. namun Syaith juga memiliki beberapa anak laku laki dan perempuan yang lainnya.

Setelah itu Anusy memiliki keturunan yang diberikan nama Qainan, Dimana Anusy berusia 90 tahun. Ia hidup hingga 815 tahun. Ia juga memiliki beberapa anak lainnya.

Pada usia 70 tahun Qainan memiliki keturunan yang diberi nama Mahlayil dan Ia hidup hingga 840 tahun. Ia juga memiliki anak yang lainnya.

Pada usia 65 Mahlayil memiliki keturunan yang diberi nama Yarid. Iapun hidup hingga 830 tahun. Iapun memiliki beberapa anak lelaki dan perempuan yang lainnya.

Kemudian pada usia 162 tahun Yarid memiliki keturunan yang diberi nama Khanukh. Ia hidup hingga 800 tahun lamanya. ia juga memiliki beberapa anak perempuan dan juga anak lelaki.

Khanuk pada usia sekitar 65 tahun, Ia memiliki keturunan yang diberi nama Mutawsyalakh dan ia hidup hingga 800 tahun. Ia juga memiliki beberapa anak laki-laki dan perempuan.

Pada usia yang ke 65 tahun, Mutawsyalakh memiliki keturunan yang ia beri nama Lamik. Dia pun hidup hingga 788 tahun. Ia juga memiliki sejumlah anak perempuan dan juga anak laki-laki.

Pada usia sekitar 185 Lamik memiliki keturunan yang diberi nama Nuh. Dan ia hidup selama 595 tahun. ia juga memiliki sejumlah anak perempuan dan juga anak laki-laki.

Nuh sekita usia 500 tahun memiliki beberapa keturunan yang diberi nama Sam, Ham dan juga Yafits.

tentang kebenaran sejarah keturunan Qabil ini masih perlu dikaji lebih dalam, hal ini telah disampaikan oleh sejumlah ulamayang memberikan kritik terhadap sejarah diatas.

Berapa Jumlah Anak Nabi Adam?

Menurut Imam Abu Ja’far yang dituliskan dalam kitab At’Tarikh, menjelaskan Hawa melahirkan40 anak dalam 20 kali kehamilannya.

Sedangkan menurut sumber lainnya Hawamelahirkan sebanyak 120 kali, dimana setiap kelahirannya tersebut adalah 2 pasang, yakni lelaki dan perempuan. Anak yang paling tua adalah Qabil dan pasangannya yakni Qalima, Sedangkan keturunannya yang terakhir adalah Abdul Muqhits dengan pasangannya yakni Ummul Muqhits.

Dari Adam dan keturunannya tersebutlah populasi manusia terus berkembang dan menyebar keseluruh penjuru dunia.

Hal ini telas dijelaskan dalam Firman Allah SWT dalam Quran Surat An-Nisa : 1, yang berbunyi :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ

Terjemahnya : Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak

Para Ulama dan Ahli sejarah menyebutkan Adam telah melihat keturun dan cucunya 400.000 orang sebelum Ia meninggal dunia. Wallahu a’lam.

Kematian dan Wasiat Nabi Adam Kepada Anaknya Syaits

Syaits memiliki arti pemberian Allah. Nabi Adam dan Hama memberikan nama seperti itu karena anaknya Syaits adalah pemberian sang pencipta Allah kepada mereka setelah Habil dibunuh oleh Qabil.

Abu Dzar menjelaskan dalam hadist yang dia dengar dari Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi : “Sungguh, Allah menurunkan 104 lembaran, 50 di antaranya diturunkan kepada Syaits

Menurut salahs atu sumberseluruh keturunan nabi Adam nasabnya bersumber dari Syaits. Anak anak adam selain Syaits lenyap dan punah. Wallahu a’lam.

Sebelum nabi Adam meninggal dunia, Ia memberikan Wasiat kepada anaknya. Hal ini diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishaq bahwa “Saat sekarang, Adam berwasiat kepada anaknya, Syaits, mengajarkan pada saat-saat pada malam dan sianghari, mengajarkan ibadah apa saja pada saat itu, dan memberitahukan padanya setelah itu akan terjadi banjir besar”

Nabi Adam meninggal dunia tepat hari Jum’atKemudian para malaikat datang dengan membawa kamper dan kafan dari sisi AllahSWT yang berasal dari surga.

Para malaikat mengucapkan takziyah kepada putra adam yakni Syaits. Ibnu Ishaq menjelaskan bahwa saat Nabi Adam meninggal dunia terjadi gerhana matahari dan bulan selama 7 malam.

Usia Nabi Adam dan Lamanya Tinggal di Bumi

Para ulama berbeda pendapat mengenai dimana tempat pemakaman Nabi Adam. Menurut beberapa riwayat masyhur Nabi Adam dimakamkan di daerah dekat pegunungan yang berada di India, yakni tempat dimana Ia diturunkan dari surga.

Sumber lain menyebutkan bahwa Nabi Adam dimakamkan di daerah gunung Abu Qubais, mekah. Sumber lainnya menyatahkan bahwa Nuh memindahkan jasad Nabi Adam dan Hama dalam peti sebelum banjir besar terjadi. Kemudian dimakamkan di Baitul Maqdis. Hal ini juga senada seperti yang diutarakan oleh Ibnu Jarir.

Menurut Ibnu Asakir meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa kepala Nabi Adam terdapat di Masjidil Ibrahim, Sedangkan kedua kaki Nabi Adam beradai di Shakrah Baitul Maqdis.

Ketahuilah bahwa Nabi Adam meninggal setelah Hawa meninggal 1 tahun sebelumnya.

Ulama Atha Al-Khurasani, menyatahkan bahwa ” Saat Adam meninggal dunia, seluruh makhluk menangisinya selama tujuh hari” (Hadist Riwayat Ibnu Asakir)

Untuk usia Nabi Adam, para ulama berbeda pendapat. Telah disampaikan dalam hadist marfu’ yang berasal dari Ibnu Abbas dan AbuHurairah, Umur Nabi Adamadalah 1000 tahun, Hal ini telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh.

Setelah Nabi Adam wafat, tugas keagamaan dijalankan oleh Syaits, anaknya. Syaits adalah seorang nabi yang berdasarkan dari nash hadist dari riwayat Ibnu Hibban.

Kemudian setelah Syaits wafat, tugas dilanjutkan oleh keturunannya yakni Anusy, Setelah Anusy wafat tugas keagamaannya dilanjutkan keturunannya yakni Qanin. Setelah Qanin Wafat dilanjutkan oleh keturunannya yakni Mahlayil.

Mahlayir mendapatkan julukan penguasa tujuh kawasan oleh kalangan persia.Ia adalah manusia pertama yang membangun perkotaan, menebang pohon dan membuat benteng benteng yang besar.

Dialah yang membangun sebuah kota di Babilonia dan juga Sus Al-Aqsha, serta mampu mengalahkan Iblis dan pasukannya, membunuh jin yang membangkang. Kekuasannya ini bertahan selama 40 tahun.

Setelah Mahyalil wafat kemudian dilanjutkan oleh keturunannya yakni Yarid. Saat Yarid ingin meninggal dunia, ia berwasiat kepada anaknya yakni Khanukh yang menurut beberapa riwayat masyhur dia adalan Nabi Idris.

Bagaimana? Demikianlah ulasan yang bisa kami sampaikan secara terperinci mengenai Kisah Nabi Adam Penciptaan Manusia Pertama di Muka Bumi. Semoga memberikan pelajaran terbaik untuk kita semuanya.

 

Sumber Rujukan dan Bacaan :

  • Abdullah bin Umar bin Khattab Al-Qurasy Al-Adawi (Asadul Ghabah,III/140)
  • Abdurahman bin Muhammad bin Idris bin Munzir At-Tamimi (Tadzkiratul Huffadz, III/829, Syadzaratudz Dzahab, II/308, Thabaqatul Huffadz hal 345)
  • Surah Al-Baqarah : 30 (Tafsir Mujahid, I/72 dan Tafsir Ath-Thabari (/187)
  • Shahih Bukhari, kitab :tafsir, bab: tafsir surah Al-Baqarah
  • Shaih muslim,kitab: iman, Bab: penduduk surga yang paling rendah kedudukannya.
  • Anas bin Malik bin Nadhr bin Dhamdham Al-Anshari Abu Hamzah (Tahdzibut Tahdzib, I/276)
  • Hasan bin Abu Hasan Al-Bashri, Abu Sa’id ( Syadzaratudz Dzahab, I/136)
  • Muhammad bin Sirin, Syaikh Bashrah, Imam para ahli tafsir mimpi (Syadzaratudz Dzahab, I/138)
  • Tafsir Ath-Thabari (VIII/98)
  • Shahih Bukhari, kitab: para nabi, bab: penciptaan Adam dan keturunannya, Shahih muslim, kitab: susuan, bab: perintah untuk memperlakukan wanita dengan baik.
  • HR. Imam Ahmad dalam Musnad nya (II/455), Ad-Darimi dalam Musnad nya, kitab: budi perkerti baik, bab: pepohonan surga
  • HR. Imam Ahmad dalam Musnad nya (I/230)
  • Shahih Bukhari, kitab, bab: Ketika dua orang muslim saling berhadapan dengan menenteng pedang, Shahih Muslim, kitab, bab: Ketika dua orang muslim saling berhadapan dengan menenteng pedang.
  • HR Ahmad dalam Musnad-nya (I/383)
  • Sebuah gunung tinggi menghadap kota Damaskus (Mu’jamul Buldan (IV/295)
  • HR. Ahmad dalam musnad-nya (V/136)
  • Disebutkan Suyuthi dalam Al-Fathul Kabir (II/316)
  • Atha’ bin Abu Muslim Abdullah Al=Khurasani (Syadzaratudz Dzahab (I/192), Thabaqatul Huffazh, hal: 60)
  • Mu’jamul Buldan, (III/208)

Tinggalkan komentar