Kisah Nabi Idris, Berteman Dengan Malaikat Izrail

Sejarah dan Kisah Nabi Idris As adalah kisah yang bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi seluruh umat manusia. Nabi Idris merupakan salah satu manusia pilihan Allah SWT yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk merasakan kematian, melihat surga, dan melihat neraka. Pengalaman tersebut tentunya bisa dijadikan pelajaran untuk kita semuanya.

Kisah Nabi Idris, Berteman Dengan Malaikat Izrail
Kisah Nabi Idris, Berteman Dengan Malaikat Izrail

Kisah nabi Idris As telah diceritakan oleh Allah SWT dalam Quran Surat Maryam: 56-57, yang berbunyi :

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا (56) وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (57

Terjemahnya : Dan ceritakanlah (Muhammad SAW) kisah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. 

Nabi Idris merupakan keturunan ke enam dari Nabi Adam as. Idris ialah keturunan dari Qabil dan Iqlima (keturunan Nabi Adam as).

Baca Juga : Kisah Nabi Adam As

Allah SWT menyeru dan memerintah Nabi Idris untuk mengajak semua manusia di muka bumi agar berjalan di jalan Allah SWT (Jalan kebenaran) Idris merupakan manusia pertama yang mendapatkan wahyu dari Allah melalui malaikat jibril tepat usianya 82 tahun.

Mukjizat Nabi Idris As

  1. Nabi Idris As adalah manusia pertama yang pandai membaca dan menulis menggunakan pena. Allah memberikan 30 sahifah atau suhuf,  Lembaran Ajaran kebenaran yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umat manusia.
  2. Nabi idris As diberikan beraneka macam pengetahuan seperti bagaimana cara merawat kuda, ilmu perbintangan (falaq), hingga ilmu berhitung.
  3. Nama Idris berasal dari kata Darasa yang memiliki pengertian sebagai belajar. Nabi Idris rajin dalam mengkaji ajaran dari Allah SWT yang disampaikan lengsung padanya atau bahkan yang disampaikan kepada Nabi Adam As. Selain itu Idris juga selalu mengkaji fenomena alam semesta (Pertanda dari Allah SWT)
  4. Nabi Idris As jadalah manusia pertama yang pandai memotong dan menjahit pakaian. Manusia sebelum Nabi Idris mengenakan kulit binatang untuk dijadikan sebagai penutup aurat.

Nabi Idris As mendapat gelar ‘Asadul Usud’ yang memiliki pengertian Singa, Hal ini disebabkan Idris pantang putus asa dalam setiap menjalankan tugas sebagai salah satu nabi Allah SWT.

Ia bahkan tidak pernah takut menghadapi orang-orang kafir yang memusuhinya. Ketahuilan ia tidak pernah sombong, dan memiliki sifat pemaaf kepada semua manusia.

Tulisan Pertama dalam Sejarah

Nabi Idris As merupakan manusia pertama yang bisa menulis dan menggunakan pena. Beberapa ilmuwantelah menemukan potongan naskah kuno yang di anggap sebagai salah satu tulisan Nabi Idris As.

Kemudian Naskah tersebut oleh para ilmuwan dan sejarawan diberi namakitab Henoks. Didalam kitab tersebut terdapat cerita mengenbai peradaban tertua yang berada di bumi Lemuria, Atlantis yang saat ini telah hilang dari permukaan bumi.

Selain kisah peradaban tersebut juga terdapat mengenai prediksi mengenai banjir besar yang akan terjadi dimuka bumi.

Selain manusia pertama yang menggunakan pena, Nabi Idris AS juga dikenal sebagai manusia  yang ahli dalam ilmu perbintangan. Ia merupakan orang pertama yang menggunakan bintang sebagai alat untuk penunjuk arah, waktu yang tepat untuk melakukan bercocok tanam, mengetahui kondisi cuaca, serta lainnya.

Tempat Lahir Nabi Idris

Nabi Idris AS merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam AS, yang berasal dari putra Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam AS.

Didalam buku karya Afif Abdul Fatah dijelaskan bahwa Nabi Idris AS dilahirkan di Munaf (Memphis), Mesir. Kemudian ia berdakwah hingga daerah Irak  kuno. Namun sebagian ulama berpendapat Nabi Idris AS dilahirkan dan dibesarkan di daerah yang dikenal sebagai Babilonia.

Menurut Abdul Syukur al-Azizi Sami Abdullah al-Maghluts, bahwa Nabi Idris merupakan salah satu kaum Nabi Syits atau yang dikenal sebagai keturunan Qabil, putra Nabi Adam AS, yang berada di daerah Irak kuno.

Kisah Nabi Idris Mengenai Kematian

Pada suatu saat Malaikat maut meminta izin kepada Allah untuk turun ke bumi yang bertujuab untuk menjumai  Nabi Idris. Kemudian Allah pun mengizinkannya.

Pada saat malam itu, Nabi Idris kedatangan seorang pria yang membawakannya buah buahan yang sangat melimpah. Dia adalah malaikat maut yang menyamar. Akhirnya mereka berdua melakukan pembicaraan mengenai kematian.

Percakapan Nabi Idris dan Malaikat Izrail

Waktu terus berlalu hingga 4 hari lamanya. Nabi Idris mulai curiga dengan kedatangan tamu tersebut. Kemudian iapun mengucapkan perkataan dengan menggunakan nada yang tinggi.

Nabi Idris AS : Ya Tuanku. Siapa sebenarnya Anda?

Malaikat Maut : Maaf Ya Nabi Allah, Saya sebenarnya adalah Izroil.

Nabi Idris As: Malaikat Maut? Kau kah itu? Sang Pencabut Nyawa?

Malaikat Maut : Benar, ya Idris.

Nabi Idris As : Sudah empat hari Engkau bersama denganku. Apakah Engkau juga menunaikan tugasmu dalam mencabut nyawa makhluk-makhluk di dunia ini?

Malaikat Maut : Wahai Idris, selama empat hari ini banyak sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan.

Nabi Idris As : Wahai Malaikat Maut. Lantas apa maksud kedatangan Engkau kemari? Adakah Engkau ingin mencabut nyawaku?

Malaikat Maut: Tidak Idris. Saya datang memang untuk mengunjungimu, karena saya rindu dan Allah mengizinkan Saya.

Nabi Idris As : Wahai Malaikat Maut. Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan. Tolong cabut nyawa Saya. Dan minta izin ke Allah untuk mengembalikan nyawa Saya. Saya hanya ingin merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakan sangat dahsyat.

Malaikat Maut : Sesungguhnya saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah.

Malaikat Izrail Mencabut Nyawa Nabi Idris As

Setelah Nabi Idris meminta merasakan kematian maka Allah mengabulkan akan permintaan tersebut. Malaikat mautpun mencabut nyawa Nabi Idris pada saat itu juga.

Malaikat mautpun menangis melihat nabi Idris As merasakan sakit. Namin setelah proses kematian nabi Idris As kemudian Allah menghidupkannya kembali seperti semua.

Setelah Allah menghidupkan kembali Nabi Idris, Ia menangis sejadi-jadinya. Nabi Idris tidak bisa membayangkan bila manusia lainnya merasakan seperti yang ia rasakan yakni sakaratul maut dengan kedasyaratan yang sama.

Tentunya Nabi Idris tidak akan tega jika ada umatnya sengsara dalam menghadapi kematian yang mengerikan tersebut. Kemudian setelah merasakan kematian, Nabi Idris makin rajin dan giat untuk mengajak umatnya untuk berbuat kebaikan dan patuh terhadap perintah Allah.

Kisah Nabi Idris As Melihat Surga dan Neraka

Pada suatu saat ketika Malaikat Izrail dan Nabi Idris sedang beribadah bersama, Nabi Idris melakukan permintaan kepada malaikat Izrail.

Lalu berkata ““Bisakah Engkau membawa Saya melihat surga dan neraka, wahai Malaikat Izroil?” 

Kemudian malaikat izrail pun menjababnya , “Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaan darimu sungguh aneh. Mengapa Engkau meminta hal itu? Bahkan para malaikat pun takut melihat neraka, wahai Nabi Allah.”

Terus terang, Saya takut sekali dengan azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan iman Saya menjadi tebal setelah melihatnya.” Ungkap nabi Idris As

Setelah mendengarkan perkataan nabi Idris As kemudian Malaikat Izrail memohon dan meminta izin kepada Allah akan hal tersebut. Kemudian Allah pun merestuinya.

Nabi Idris Pingsan Setelah Melihat Neraka

Yang pertama keduanya pun pergi untuk melihat neraka. Ketika sudah mendekati neraka tiba-tiba Nabi Idris pingsang.

Terdapat Malaikat penjaga neraka yang merupakan sosok yang paling menakutkan. Ia menyiksa dan menyeret manusia yang waktu semasa hidupnya durhaka kepada Allah. Tentunya Nabi Idris tidak sanggup melihat semua itu (Siksaan yang mengerikan yang ada di neraka).

Allah berfirman dalam Quran Surat Al-Mudatssir : 31 yang berbunyi :

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً

Terjemahannya : “Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat..

Allah berfirman dalam Quran Surat Maryam :72 yang berbunyi :

ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِينَ اتَّقَوا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

Terjemahnya : Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.

Ketahuilah tidak ada pemandangan yang paling mengerikan bila dibandingkan dengan pemandangan yang ada di neraka. Api sangat dasyat, bunyi bergemuruh menakutkan serta banyak hal lainnya yang sangat menakutkan.

Nabi Idris pun meninggalkan neraka bersama malaikat Izrail dengan tubuh yang meas

Nabi Idris Takjub dengan Pesona Surga

Kemudian Malaikat Izrail membawa nabi Idris ke surga. Nabi Idris  nyaris pingsan setelah melihat surga karena rasa takjub dengan pesona dan keindahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ia melihat sungaiu yang airnya sangat bening. Di bagian pinggir sungat terdapat pohon pohon dimana batangnya terbuat dari emas dan juga perak. Terdapat juga istana istana yang nantinya akan dihuni oleh para penghuninya. Disetiap penjuru terdapat pohon pohonyang tentunya menghasilkan buah buahan yang harum dan segar dan bisa dinikmati kapan saja oleh penghuninya.

Allah berfirman dalam Quran Surat Fushshilat: 31-32, yang berbunyi :

وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ. نزلا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Terjemahannya : “Di dalam Surga kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa (segala kenikmatan) yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Setelah melakukan perjalanan disurga, Malaikat izrail pun mengajak Nabi Idris As untuk kembali ke bumi, Namun Nabi Idris tidak mau untuk kembali dan ia ingin tetap berada disurga.

Kemudian Malaikat Izrail pun berkata“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah dihisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang beriman lainnya,” 

“saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,”. Kata Nabi Idris As

Nasihat-Nasihat Nabi Idris As

Ketahuilah bahwa Nabi Idris memiliki banyak ajaran yang didapat dari Allah tentunya diturunkan ke umatnya. Ajaran tersebut tentunya membawa kebaikan dan kebenaran.

Setidaknya terdapat 6 pesan yang disampaikan oleh Nabi Idris as kepada kaumnya pada masa hidupnya, diantaranya adalah :

  1. Mengenai Salat jenazah yang dikatakan sebagai bentuk penghormatan, Hal ini dikarenakan pemberi syafaat hanyalah Allah sesuai dengan amal yang dikerjakan.
  2. Kemudian Besarnya rasa syukur yang diucapkan seseorang tidak akan mampu mengalahkan Nikmat yang telah Allah turunkan dna berikan kepada hambanya.
  3. Kerjakanlah perintah Allah untuk shalat, puasa dan semua perintahnya dan menjahui apa yang telah menjadi larangannya.
  4. Hindari rasa dengki dan iri untuk mencari rezeki, karena hakikat dari jumlahnya tidak banyak atau tidak seberapa.
  5. Mengumpulkan harta secara terus menerus sama sekali tidak ada manfaat bagi dirinya.
  6. Kehidupan ini semestinya diisi dengan hikmah kebijakan.

Tinggalkan komentar